Jumat, 03 November 2017

SURAT-SURAT RINDU






Rindu yang kualamatkan ke hatimu kemarin lusa. Apakah sudah tiba?

Aku tidak tahu kenapa tanganku tiba-tiba ingin menuliskan surat-surat rindu itu kepadamu. Semalam, kutitip pejam lewat bantal penyesalan yang lama-kelamaan basah oleh air mataku, sendiri. Padahal tadi malam hujan tidak turun. Namun, air mata dengan sangat tidak tahu malu, menjadikan mataku lembab sempurna. Kepergianmu adalah sesuatu yang aku sesalkan. Kepergianmu seperti meninggalkan embun yang membuat kenangan tetap subur di dalam kepalaku. Aku sempat ingin memotong kepalaku karena sudah berani mengambil keputusan, ingin melupakanmu. Semakin aku mencoba untuk melupakan, satu per satu lembaran kenangan terisi dengan tulisan-tulisan patah hati. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. Aku tidak tahu harus kualamatkan kemana lagi surat rindu itu, selain ke hatimu. Makanya, aku bertanya,

Rindu yang kutulis kemarin lusa. Apakah sudah sempat kau baca?

Setelah merasakan kehilangan, aku semakin rajin mengerjakan segala hal yang berbau kesedihan; Rajin menyulam luka yang sengaja kubiarkan menganga terbuka, berharap ada orang yang iba. Namun, yang terjadi aku semakin dicela, bukan dicinta. Rajin menulis puisi-puisi patah hati, selama ini, selama sehari, dua hari, empat sampai lima bulan setelah kau pergi. Bahkan setelah setahun berlalu, dua sampai tiga buku tersusun rapi di atas meja belajarku. Sengaja. belum sempat aku serahkan ke penerbit. Karena aku tidak akan melanggar janji; sebelum kau baca, aku tidak akan pernah menyerahkan ke penerbit begitu saja. Sesederhana aku ingin mencintaimu lagi. Serumit itu kamu tolak aku dengan ucapan: aku tidak akan kembali! Aku sekarang merasa linglung, makanya aku bertanya,

Rindu yang kukirim kemarin lusa. Apakah sudah kau terima?

Sudah banyak lagu patah hati yang kuhafal. Kudengarkan berulang-ulang sampai mataku berat karena air mata. Yang aku pikirkan, betapa bodohnya mereka sampai menuliskan lirik-lirik lagu penuh luka seperti ini. Jika profesiku adalah musisi, maka akan kuciptakan lagu kesedihanku sendiri. Bukan untuk didengarkan oleh hati-hati yang resah sepertiku. Lagu itu adalah konsumsi pribadi. Sama seperti tulisan-tulisan patah hatiku selama ini. Namun, entah kenapa, dengan sangat berani kukirimkan surat-surat rindu itu ke hatimu. Sebanyak tiga kali kualamatkan, sebanyak itu pula aku tidak mendapatkan balasan. Barangkali, aku adalah manusia dengan sejuta kesedihan di pundaknya. Meratapi kenangan-kenangan lama, mengulang kembali doa-doa yang pernah kita panjatkan bersama dan berumahkan sepi  dengan pintu penyesalan yang terbuka untuk selamanya. Sekali lagi aku bertanya,

Rindu yang kukirimkan selama ini. Sudah kau kemanakan? Aku rindu, sayang!

Lombok, 2017

1 komentar:

  1. Casino Table Games & Table Games - CasinoTipTables
    Try some 1xbet 주소 of the best online slots at marathonbet Casino 승인 전화 없는 사이트 Table Games & Table Games. Claim free bonuses and 승인전화없는 토토 꽁머니 get your gaming chips delivered to your 10bet inbox.

    BalasHapus