Rindu
yang kualamatkan ke hatimu kemarin lusa. Apakah sudah tiba?
Aku tidak tahu kenapa tanganku tiba-tiba ingin menuliskan
surat-surat rindu itu kepadamu. Semalam, kutitip pejam lewat bantal penyesalan
yang lama-kelamaan basah oleh air mataku, sendiri. Padahal tadi malam hujan
tidak turun. Namun, air mata dengan sangat tidak tahu malu, menjadikan mataku
lembab sempurna. Kepergianmu adalah sesuatu yang aku sesalkan. Kepergianmu
seperti meninggalkan embun yang membuat kenangan
tetap subur di dalam kepalaku. Aku sempat ingin memotong kepalaku karena sudah
berani mengambil keputusan, ingin melupakanmu. Semakin aku mencoba untuk
melupakan, satu per satu lembaran kenangan terisi dengan tulisan-tulisan patah
hati. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi. Aku tidak tahu harus kualamatkan
kemana lagi surat rindu itu, selain ke hatimu. Makanya, aku bertanya,
Rindu
yang kutulis kemarin lusa. Apakah sudah sempat kau baca?
Setelah merasakan kehilangan, aku semakin rajin mengerjakan
segala hal yang berbau kesedihan; Rajin menyulam luka yang sengaja kubiarkan
menganga terbuka, berharap ada orang yang iba. Namun, yang terjadi aku semakin
dicela, bukan dicinta. Rajin menulis puisi-puisi patah hati, selama ini, selama
sehari, dua hari, empat sampai lima bulan setelah kau pergi. Bahkan setelah
setahun berlalu, dua sampai tiga buku tersusun rapi di atas meja belajarku.
Sengaja. belum sempat aku serahkan ke penerbit. Karena aku tidak akan melanggar
janji; sebelum kau baca, aku tidak akan pernah menyerahkan ke penerbit begitu
saja. Sesederhana aku ingin mencintaimu lagi. Serumit itu kamu tolak aku dengan
ucapan: aku tidak akan kembali! Aku sekarang merasa linglung, makanya aku
bertanya,
Rindu
yang kukirim kemarin lusa. Apakah sudah kau terima?
Sudah banyak lagu patah hati yang kuhafal. Kudengarkan
berulang-ulang sampai mataku berat karena air mata. Yang aku pikirkan, betapa
bodohnya mereka sampai menuliskan lirik-lirik lagu penuh luka seperti ini. Jika
profesiku adalah musisi, maka akan kuciptakan lagu kesedihanku sendiri. Bukan
untuk didengarkan oleh hati-hati yang resah sepertiku. Lagu itu adalah konsumsi
pribadi. Sama seperti tulisan-tulisan patah hatiku selama ini. Namun, entah
kenapa, dengan sangat berani kukirimkan surat-surat rindu itu ke hatimu. Sebanyak
tiga kali kualamatkan, sebanyak itu pula aku tidak mendapatkan balasan.
Barangkali, aku adalah manusia dengan sejuta kesedihan di pundaknya. Meratapi kenangan-kenangan
lama, mengulang kembali doa-doa yang pernah kita panjatkan bersama dan
berumahkan sepi dengan pintu penyesalan
yang terbuka untuk selamanya. Sekali lagi aku bertanya,
Rindu
yang kukirimkan selama ini. Sudah kau kemanakan? Aku rindu, sayang!
Lombok,
2017

Casino Table Games & Table Games - CasinoTipTables
BalasHapusTry some 1xbet 주소 of the best online slots at marathonbet Casino 승인 전화 없는 사이트 Table Games & Table Games. Claim free bonuses and 승인전화없는 토토 꽁머니 get your gaming chips delivered to your 10bet inbox.