Senin, 06 November 2017

MENGENANG KENANGAN



Halo, apa kabar? Masih sakit, atau sudah mendingan?

Apa hal yang paling dikenang bersama mantan? Bahagianya atau lukanya? Yang membuatmu tersenyum sepanjang hari, atau yang membuatmu tersiksa setengah mati? Banyak! Jika aku tuliskan perbandingan-perbandingan suka dan duka, tentu yang diingat adalah duka. Ayolah, ingatan tidak hanya dibutuhkan untuk mengingat. Terkadang, ingatan diciptakan untuk melupakan.

Halo, apa kabar hati? Masih sakit, atau sudah mendingan?

Sebelum melanjutkan ke alinea kedua, aku akan menyuguhkan opini perihal jatuh cinta,

"Jatuh (cinta)lah berkali-kali, sampai tidak ada yang dipatahkan lagi."

Patah hati adalah konsekuensi jatuh cinta. Tidak ada jatuh yang tidak sakit. Namun, kamu tidak sakit sendirian. Sekali lagi, kamu tidak sakit sendirian. Di atas langit, masih ada langit. Hatimu sakit, masih ada yang lebih sakit.

Halo, apa kabar kamu? Masih sakit, atau sudah mendingan?

Patah hati berpengaruh besar pada ingatan. Seakan hati punya koneksi dengan pikiran. Sama halnya dengan kenangan. Bukan hanya berada pada ingatan, namun ia juga abadi di dalam degup nadi. Aku masih ingat, pertanyaan dosen tentang materi mata kuliah yang kudapatkan semester lalu, sama sekali tidak dapat kuingat pada semester sekarang. Aku kembali berpikir, bukan karena ingatan yang lemah, ini pengaruh patah hati dicampur dengan beberapa potongan resah. Aih, terlalu berlebihan barangkali. Namun, logika umumnya,"Ingatan sudah dipenuhi kenangan. Jangan lagi ditambah dengan beban-beban perkuliahan."

uh~

Halo, apa kabar? Masih sakit, atau sudah mendingan?

Aku seperti ini saja!!!

Lombok, 2017

2 komentar: