Jika saja aku tidak sesibuk sekarang, rindu ini takkan pernah kena
radang. Entah, tiba-tiba saja Pak Bos menelpon sore kemarin. Padahal
sore itu hujan sedang turun-turunnya, sementara rindu masih saja tak
usai-usainya. Aku diwajibkan menghadiri undangan Dinas Sosial, perihal
program-program mereka yang tak bisa meredam rindu, sial!
Disini, Hotel Golden
Palace yang 'katanya' mewah, tapi nyatanya rinduku semakin meluap tak
berwadah. Kusampaikan salam kepada senja yang kemarin tidak hadir, tak
lupa kukirimkan kecupan rindu bersama 'amin' yang kusebut takdir.
Diselang seribu kesibukan, kuulang sejuta rindu tak berkesudahan. Oke
fixed, rindu ini sudah penuh, mari kita bertemu.
Lalu,
bagaimana dengan janjimu dengan senja? Tenang, ada rencana lain yang
telah kususun. Bukankah kamu tahu aku manusia sejuta rencana? Ya,
walaupun hampir semuanya menjelma wacana. Hehe.
Tapi ini bukan sekedar pertemuan dengan senja, melainkan hukum alam berkolaborasi dengan dua hati yang ingin bermanja.
Tepat pukul lima petang nanti kamu akan kujemput, tidak terlalu cepat
tidak juga terlalu larut. Berdandanlah secantik-cantiknya. Bedakmu
jangan terlalu tebal, lipstikmu juga biasa-biasa saja. Toh, yang aku mau
adalah menyaksikan senja, namun ditemani dengan kamu yang penuh pesona.
Coba tebak, senja sore ini apakah akan sejingga dibanding
senja dua minggu lalu di ufuk rindu Pantai Ampenan? Buatku, tak jingga
tak apa. Sebab senja kali ini akan kita saksikan diatas lantai tertinggi
hotel ini. Bayangkan saja, semesra apa langit sore nanti? Seromantis
apa cakrawala menerima cahaya jingga itu? Tak habis bayangku, apalagi
yang nyata adalah hadirmu nanti. Aku semakin merindu.
Akan aku
akhiri saja tulisan ini. Sepertinya kalian tidak akan mengerti, rindu
yang diungkapkan lewat tulisan lebih romantis daripada langsung
diucapkan. Tapi itu adalah prespektif, bagiku mengungkapkan adalah
relatif, tulisan adalah alternatif. Tergantung, melankolis atau bawa
perasaan.
Dan satu hal yang paling penting, sepertinya kita harus menyaksikan senja sore ini.
Mataram, 2017

keren, Bro. Temanya patah hati
BalasHapuskrisannya paling kalo preposisi di untuk tempat dipisah
MIsal; Di sana, di sini, di antara
Siap, Bro.. Heheh..
HapusIkuti terus kisah patah hatiku.
Like juga Fanspage facebook.com/senyumsajak
siap, ditunggu kunjungan baliknya di blog ane Ardi-niffa.blogspot.com
Hapus