Biarkan aku hidup,
Meski tiap waktu harus sesak aku hirupi rindu yang menderukan nafasku..
Bukan salahku mencinta ada, juga tiada mu..
Mencinta nyata, juga bayang bayangmu..
Karena bahkan, dalam ketiadaan, sempat saja cintamu menghidupi..
Lebih dari itu, aku bahkan selalu merasa ditemani; tak pernah merasa sendiri, lagi..
Karena kesepian, hakikatnya bukan karena aku atau siapapun benar benar sedang sendirian..
Itu alasan mengapa orang terkadang merasa sepi meski berada di tengah keramaian..
Sekarang bukan soal seberapa bnyak org yang wujud nya nyata di sekitarku,
Namun siapa yang dapat membuatku MERASA tak sendiri..
Dan orang itu tidak harus tercetak jelas pada kornea mataku; Kamu
Intinya, aku teramat mencintaimu..
Jadi jangan pergi, dan merelakanku dicumbui sepi..
Aku tak mau kehilangan rindu yang akan menguntit pergimu..
Bagaimana aku terus hidup jika tak ada lagi rindu yg mampu aku hirup?
Meski tiap waktu harus sesak aku hirupi rindu yang menderukan nafasku..
Bukan salahku mencinta ada, juga tiada mu..
Mencinta nyata, juga bayang bayangmu..
Karena bahkan, dalam ketiadaan, sempat saja cintamu menghidupi..
Lebih dari itu, aku bahkan selalu merasa ditemani; tak pernah merasa sendiri, lagi..
Karena kesepian, hakikatnya bukan karena aku atau siapapun benar benar sedang sendirian..
Itu alasan mengapa orang terkadang merasa sepi meski berada di tengah keramaian..
Sekarang bukan soal seberapa bnyak org yang wujud nya nyata di sekitarku,
Namun siapa yang dapat membuatku MERASA tak sendiri..
Dan orang itu tidak harus tercetak jelas pada kornea mataku; Kamu
Intinya, aku teramat mencintaimu..
Jadi jangan pergi, dan merelakanku dicumbui sepi..
Aku tak mau kehilangan rindu yang akan menguntit pergimu..
Bagaimana aku terus hidup jika tak ada lagi rindu yg mampu aku hirup?
Apapun... Sayang...
~Naa

0 komentar:
Posting Komentar