Ketika anda ingin melakukan 'pendakian', ada beberapa hal yang -tidak terlalu- penting untuk diperhatikan ;
1. Jangan sekali-kali sombong kepada alam.
Kenapa? Karena alam mengajarkan kepada orang-orang yg mengunjunginya untuk bersikap ramah kepadanya. Biasanya orang yang terlalu berlebihan semangat bahkan sampai berkata,"alaah, tingginya cuman segitu masa' gabisa sih" itu ketika dalam pendakian dia sering terdiam dan sedikit berbicara. Sebab, dia gengsi untuk berkata, "aku udah gak sanggup lagi, bro". Yaelakh..
2. Usahakan jangan pernah gengsi kepada kawan rombongan.
Gengsi adalah salah satu penyakit manusia pada umumnya. Para pendaki juga masih banyak yang gengsi karena tidak mau dikatakan lemah atau gimana. Padahal, jika pendakian dilakukan bersama rombongan, maka tidak mungkin semuanya adalah pendaki tangguh. Pasti ada salah satu atau salah dua yg masih 'newbie' dan perlu bimbingan dan semangat dari para senior. Makanya ketika anda merasa kelelahan, jangan dipaksakan. akhirnya bungkam dan terus mengikuti yang lainnya padahal sudah 'benar-benar' tidak sanggup. Makanya ketika capek atau sudah tidak sanggup tinggal bilang saja,"bro, kita istirahat dulu aj bentar, aku capek". Walaupun pasti ada yg ngata-ngatain kita lemah atau apa. Abaikan saja. Menurut saya, manusia itu sama ketika berada di alam bebas.
3. Hindari ucapan yang mengandung makian, keluhan, umpatan atau yg lainnya. Sekalipun sedang marah.
Pada point ini berlaku hukum alam yg biasa disebut LOA (Law Of Attraction) hukum tarik menarik antara manusia dengan alam/kehidupan. Setiap apa yg kita pikirkan maka alam akan menerima signal itu kemudian alam akan mengirimkannya kembali pada kita sendiri. Contoh mudahnya seperti ini, ada seorang pendaki pemula yg berkata,"kayaknya aku bener-bener gak bisa sampai puncak deh". Dan kebanyakan orang-orang yg sudah berpikir seperti ini benar-benar tidak akan sanggup sampai puncak. (True story). Dan prinsip yang harus kita gunakan adalah "saya bisa..saya bisa..saya bisa". Dan usahakan selalu berpikir positif ketika pendakian. Jangan sekali-kali berpikir yang tidak-tidak atau berpikiran negatif. Karena apa yang kita pikirkan biasanya akan terjadi.. seperti itu..
4. Jangan jadikan puncak sebagai tujuan akhir.
Nah, kebanyakan para pendak (terutama pendaki pemula) yang bertekad untuk segera sampai ke puncak. Padahal, puncak itu bukanlah tujuan. Tujuan akhir adalah 'kembali ke rumah dengan selamat'. Kalo memang misalkan tujuan akhir adalah puncak, pas ndaki lo bawa pasir sama semen trus sampai puncak lo bangun rumah sekalian.@Dzawinnur
Sekian dulu panduan 'ngawur' dari saya. Moga bisa diambil baiknya saja..
Salam buat yang suka ndaki..!
Kenapa? Karena alam mengajarkan kepada orang-orang yg mengunjunginya untuk bersikap ramah kepadanya. Biasanya orang yang terlalu berlebihan semangat bahkan sampai berkata,"alaah, tingginya cuman segitu masa' gabisa sih" itu ketika dalam pendakian dia sering terdiam dan sedikit berbicara. Sebab, dia gengsi untuk berkata, "aku udah gak sanggup lagi, bro". Yaelakh..
2. Usahakan jangan pernah gengsi kepada kawan rombongan.
Gengsi adalah salah satu penyakit manusia pada umumnya. Para pendaki juga masih banyak yang gengsi karena tidak mau dikatakan lemah atau gimana. Padahal, jika pendakian dilakukan bersama rombongan, maka tidak mungkin semuanya adalah pendaki tangguh. Pasti ada salah satu atau salah dua yg masih 'newbie' dan perlu bimbingan dan semangat dari para senior. Makanya ketika anda merasa kelelahan, jangan dipaksakan. akhirnya bungkam dan terus mengikuti yang lainnya padahal sudah 'benar-benar' tidak sanggup. Makanya ketika capek atau sudah tidak sanggup tinggal bilang saja,"bro, kita istirahat dulu aj bentar, aku capek". Walaupun pasti ada yg ngata-ngatain kita lemah atau apa. Abaikan saja. Menurut saya, manusia itu sama ketika berada di alam bebas.
3. Hindari ucapan yang mengandung makian, keluhan, umpatan atau yg lainnya. Sekalipun sedang marah.
Pada point ini berlaku hukum alam yg biasa disebut LOA (Law Of Attraction) hukum tarik menarik antara manusia dengan alam/kehidupan. Setiap apa yg kita pikirkan maka alam akan menerima signal itu kemudian alam akan mengirimkannya kembali pada kita sendiri. Contoh mudahnya seperti ini, ada seorang pendaki pemula yg berkata,"kayaknya aku bener-bener gak bisa sampai puncak deh". Dan kebanyakan orang-orang yg sudah berpikir seperti ini benar-benar tidak akan sanggup sampai puncak. (True story). Dan prinsip yang harus kita gunakan adalah "saya bisa..saya bisa..saya bisa". Dan usahakan selalu berpikir positif ketika pendakian. Jangan sekali-kali berpikir yang tidak-tidak atau berpikiran negatif. Karena apa yang kita pikirkan biasanya akan terjadi.. seperti itu..
4. Jangan jadikan puncak sebagai tujuan akhir.
Nah, kebanyakan para pendak (terutama pendaki pemula) yang bertekad untuk segera sampai ke puncak. Padahal, puncak itu bukanlah tujuan. Tujuan akhir adalah 'kembali ke rumah dengan selamat'. Kalo memang misalkan tujuan akhir adalah puncak, pas ndaki lo bawa pasir sama semen trus sampai puncak lo bangun rumah sekalian.
Sekian dulu panduan 'ngawur' dari saya. Moga bisa diambil baiknya saja..
Salam buat yang suka ndaki..!

0 komentar:
Posting Komentar